Current track

Title

Artist

Background

Pesta Rasa di Pagi Hari; Menelusuri Menu Sarapan di Kota Padang

Written by on November 15, 2025

PADANG, SippSumbar.com– Bagi masyarakat Sumatera Barat, terutama yang tinggal di hiruk pikuk perkotaan seperti Kota Padang, sarapan bukan sekadar ritual pengisi perut. Ini adalah sebuah kebutuhan energi untuk memulai hari, sekaligus momen sosial yang hangat.

Dengan keragaman kuliner Minang yang kaya, pilihan menu sarapan di Padang pun tak kalah meriah dan selalu berhasil menarik hati.

Berikut adalah menu-menu sarapan yang tak pernah absen dan selalu dicari, yang membentuk identitas kuliner pagi masyarakat Minang.

1. Lontong (Katupek): Sarapan Sejuta Umat

Jika ada menu yang paling mudah ditemukan di setiap sudut Padang sejak pagi buta, jawabannya adalah Lontong atau dalam bahasa lokal disebut Katupek. Kehadirannya begitu merakyat hingga layak disebut sebagai “sarapan sejuta umat.”

Variasinya yang beragam memastikan setiap orang menemukan selera yang pas:

  •  Lontong Gulai Cubadak: Lontong yang disiram dengan gulai nangka muda (cubadak) santan kental yang kaya rasa.
  •  Lontong Tauco: Kuah tauco pedas manis dengan isian sayuran seperti kacang panjang.
  • Lontong Gulai Paku (pakis): Kuah santan dengan sayur pakis hijau. Dengan campuran sedikit cabe rawit, cukup menggugah selera pagi.
  •  Lontong Pical/Lotek: Lontong yang disajikan dengan aneka sayuran rebus, disiram bumbu kacang kental yang pedas, mirip dengan pecel di Jawa.

Lontong menawarkan kombinasi karbohidrat, protein, dan lemak yang cukup untuk modal beraktivitas hingga siang hari.

2. Sate: Kehangatan Asap Khas di Pagi Hari

Di Padang, kita hanya mengenal Sate, bukan Sate Padang. Sarapan dengan sate mungkin terdengar berat, namun hidangan berkuah kental kuning atau merah kecokelatan dengan kepulan asap khas ini memiliki penggemar fanatik.

Meskipun tidak semudah menemukan warung lontong, beberapa titik strategis di kota menjadi “hutan asap” di mana penjual sate mulai beroperasi sejak pagi hari. Sate menawarkan cita rasa yang kuat, pedas, dan gurih, menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan tendangan rasa yang mantap di awal hari.

3. Soto Padang: Kuah Kaldu Bening yang Menggugah Selera

Walaupun mungkin tidak sepopuler lontong, Soto Padang adalah menu yang elegan dan dicari. Dengan kuah kaldu sapi yang bening dan kaya rempah, irisan daging sapi kering (dendeng) yang renyah, bihun, perkedel kentang, dan taburan bawang goreng, soto ini menawarkan tekstur dan rasa yang kompleks.

Menyantap semangkuk soto hangat di pagi hari adalah cara yang sempurna untuk menghangatkan badan dan membangkitkan semangat.

4.  Pelengkap dan Pembangkit Semangat: Gorengan, Teh Talua, dan Kopi

Selain makanan berat, ritual sarapan di Padang tak lepas dari menu pelengkap dan minuman khas yang menciptakan suasana ngopi yang khas di warung-warung.

  •  Gorengan sebagai Teman Ngobrol

Gorengan, seperti pisang goreng atau bakwan, biasanya berfungsi sebagai menu pendamping lontong atau, yang lebih umum, menjadi teman setia kopi di kedai-kedai. Ini adalah menu ringan yang memfasilitasi obrolan santai bapak-bapak, tempat mereka membahas segala hal mulai dari sosial, politik, hingga isu terkini di lingkungan sekitar.

  •  Teh Talua: Minuman Penambah Stamina

Minuman khas yang unik ini tak bisa dipisahkan dari gaya hidup masyarakat Sumbar. Teh Talua (teh telur) adalah perpaduan teh manis yang dikocok bersama kuning telur ayam/bebek dan sedikit gula, seringkali ditambahkan perasan jeruk nipis.

Minuman ini konon bukan hanya pelepas dahaga, tetapi juga dipercaya sebagai penambah stamina alami. Rasa creamy dari telur yang tidak amis dan aroma teh yang wangi menjadikan Teh Talua menu wajib bagi kaum pria yang ingin daya tahan prima sepanjang hari.

  • Kopi: Komoditas Sosial Pagi Hari

Secangkir Kopi adalah teman pagi yang universal, terutama bagi kaum bapak-bapak. Di kedai kopi tradisional, kopi diseduh kuat, menjadi pusat dari lingkaran sosial di pagi hari. Obrolan yang mengalir deras, ditemani kepulan asap rokok dan tumpukan gorengan, adalah pemandangan khas yang menunjukkan betapa kuatnya budaya komunal di Sumatera Barat.

Masih ada beberapa opsi menu sarapan lain yang menjadi pilihan masyarakat. Seperti: nasi goreng, nasi uduk, bubur, dan lainnya.

Nah, Anda di tim yang mana? Apakah Anda tim yang memilih makan berat dengan sepiring Lontong atau Sate untuk langsung mengisi energi secara maksimal? Atau, apakah Anda termasuk tim ‘cukup dengan secangkir kopi dan Teh Talua’ sebagai pembuka hari sambil menikmati obrolan pagi yang inspiratif?

Apapun pilihan Anda, satu hal yang pasti: menu sarapan di Padang adalah cerminan kekayaan budaya dan kehangatan masyarakatnya. Ini adalah lifestyle yang memadukan kebutuhan nutrisi dengan ritual sosial yang tak ternilai harganya. (*)

 

 

Tagged as

Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background