Gubernur Sumbar Mahyeldi Batalkan Resepsi Nikah Tiga Putranya, Alihkan Konsumsi untuk Korban Bencana
Written by Harun AR on December 11, 2025
PADANG, SippSumbar.com— Keluarga Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), H. Mahyeldi Ansharullah, telah mengambil langkah yang menyentuh publik dengan memutuskan untuk membatalkan resepsi pernikahan yang direncanakan untuk ketiga anaknya. Keputusan ini diambil sebagai bentuk empati mendalam dan untuk memprioritaskan penanganan dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat.
Resepsi pernikahan yang sedianya digelar secara besar-besaran di Auditorium Gubernuran pada tanggal 6 hingga 7 Desember 2025 tersebut, kini resmi dibatalkan. Anggaran yang telah disiapkan untuk acara tersebut dialihkan sepenuhnya untuk membantu masyarakat yang menjadi korban bencana.
Banjir bandang dan longsor yang terjadi telah menyebabkan kerugian material dan menelan korban jiwa di beberapa daerah, mendorong Gubernur Mahyeldi untuk mendahulukan amanah membantu masyarakat terdampak daripada menggelar pesta keluarga.
Sebagai hasil pengalihan anggaran tersebut, keluarga Gubernur Mahyeldi menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok bagi warga yang terdampak. Bantuan tersebut meliputi:
* 1.000 kilogram (kg) beras
* 2.830 kotak makanan (nasi bungkus)
Bantuan ini didistribusikan langsung ke beberapa wilayah yang parah dilanda banjir bandang di Kota Padang, termasuk Nanggalo, Koto Tangah, Pauh, dan Kuranji.
Keputusan ini disambut baik oleh berbagai pihak. Buya Mulyadi Muslim, Anggota DPRD Kota Padang, memberikan apresiasi tinggi terhadap keputusan keluarga Gubernur Mahyeldi. Ia menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata yang menunjukkan bahwa pemimpin daerah berempati terhadap kesulitan yang dihadapi warganya.
“Ini adalah bantuan yang sangat berarti bagi warga yang terkena dampak bencana. Tindakan ini menunjukkan bahwa keluarga Gubernur mendahulukan kepentingan masyarakat banyak di atas kepentingan pribadi,” ujar Mulyadi Muslim.
Keputusan keluarga Mahyeldi ini diharapkan dapat menginspirasi pihak lain untuk turut serta aktif dalam penanggulangan dan pemulihan pascabencana di Sumatera Barat. (MC)