Current track

Title

Artist

Background

Beda Sikap Soal Bantuan Asing: Gubernur Sumbar Terima Bantuan, Pusat Klaim Masih Mandiri

Written by on December 20, 2025

PADANG SippSumbar.com– Kebijakan penanganan bencana di Sumatra Barat (Sumbar) kini tengah menjadi sorotan. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, secara terbuka mengakui telah menerima bantuan dari berbagai negara sahabat untuk menangani dampak banjir dan longsor di wilayahnya. Langkah ini berbanding terbalik dengan instruksi Pemerintah Pusat yang sebelumnya memilih untuk menunda bantuan internasional.

​Aliran Bantuan Internasional ke Sumbar

​Mahyeldi mengungkapkan bahwa sejumlah negara seperti Turki, Malaysia, hingga Palestina telah mengirimkan bantuan langsung ke Padang. Uniknya, bantuan dari Palestina disalurkan melalui kantor perwakilan mereka yang berbasis di Inggris.

​”Ada bantuan dari Palestina (Gaza) yang kantornya di Inggris, ada juga dari Turki. Mereka bahkan datang langsung memberikan bantuan berupa kasur, pakaian, dan makanan,” ujar Mahyeldi pada Minggu (14/12/2025).

​Gubernur yang akrab disapa Buya Mahyeldi ini menegaskan tidak akan menghalangi bantuan dari luar negeri. Sikap tegas ini senada dengan langkah Gubernur Aceh yang sebelumnya juga mendatangkan tim ahli dari China untuk penanganan bencana di wilayahnya.

​Argumen Pemerintah Pusat: “Kita Masih Sanggup”

​Di sisi lain, Pemerintah Pusat melalui Menteri Luar Negeri Sugiono dan Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan bahwa Indonesia masih memiliki kapasitas mandiri dan stok pangan yang cukup.

​Pihak Istana, melalui Staf Khusus KSP Timothy Ivan Triyono, mengklarifikasi bahwa kebijakan Presiden Prabowo Subianto bukan didasari oleh rasa ego atau kebanggaan semata, melainkan keyakinan pada kemampuan domestik.

​Langkah antisipasi Pemerintah Pusat meliputi:

​Penambahan Anggaran: Presiden melipatgandakan usulan Mendagri dari Rp2 miliar menjadi Rp4 miliar per kabupaten/kota.

​Alokasi Provinsi: Setiap provinsi terdampak menerima tambahan dana sebesar Rp20 miliar.

​Kriteria Bantuan Asing: Bantuan internasional baru akan diterima jika terdapat kebutuhan spesifik yang tidak bisa dipenuhi dalam negeri, seperti tenaga dokter spesialis tertentu.

 

​Selain bantuan asing, Mahyeldi juga mengapresiasi solidaritas masyarakat Minang di perantauan. Solidaritas ini dianggap sebagai kekuatan tambahan bagi pemerintah daerah yang sempat mengalami penipisan anggaran sebelum adanya suntikan dana dari pusat. (mc)


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background