Tembus Peringkat 3 Nasional, Realisasi APBD dan Penanganan Bencana Sumbar Dipuji Mendagri
Written by Harun AR on December 24, 2025
PADANG SippSumbar.com— Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menorehkan prestasi gemilang di penghujung tahun 2025. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian, secara khusus memberikan apresiasi atas kinerja positif Sumbar dalam pengelolaan APBD serta ketangkasan penanganan bencana alam.
Pujian tersebut disampaikan Mendagri dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Realisasi APBD Tahun 2025 secara daring, Selasa (23/12/2025). Menurut Tito, Sumbar merupakan salah satu daerah dengan performa anggaran terbaik di Indonesia.
Capaian Anggaran: Belanja Tinggi, Pendapatan Stabil
Berdasarkan data Ditjen Keuangan Daerah Kemendagri, Sumbar berhasil mencatatkan angka realisasi yang signifikan dalam dua sektor utama:
Realisasi Belanja (Peringkat 3 Nasional): Mencapai 85,58% dari total pagu Rp6,24 triliun. Capaian ini hanya berada di bawah Provinsi Jawa Barat dan Kepulauan Riau.
Realisasi Pendapatan (Peringkat 10 Nasional): Mencapai 93,32% dari target Rp6,12 triliun, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 89,31%.
Mendagri menekankan bahwa belanja daerah yang tinggi merupakan motor penggerak ekonomi masyarakat. “Belanja pemerintah memperkuat konsumsi rumah tangga yang berkontribusi lebih dari 50 persen terhadap pertumbuhan ekonomi,” jelas Tito Karnavian.
Efektivitas Penanganan Bencana
Selain urusan angka, Mendagri juga menyoroti manajemen tanggap darurat di Sumbar. Koordinasi lintas sektor yang solid dinilai menjadi kunci sukses tersalurkannya kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana dalam waktu singkat.
”Secara persentase, kinerja APBD Sumbar bagus. Begitu juga dalam penanganan bencana, Sumbar menunjukkan kinerja yang sangat positif,” tambah Mendagri.
Strategi 2026: Fokus Rehabilitasi dan Lelang Dini
Merespons apresiasi tersebut, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyatakan rasa syukur dan menyebut capaian ini sebagai hasil kolaborasi seluruh jajaran Pemprov. Namun, ia menegaskan tidak ingin cepat berpuas diri.
Menatap tahun 2026, Gubernur Mahyeldi telah menyiapkan strategi percepatan:
Lelang Dini: Tender kegiatan akan dimulai lebih awal pada Januari hingga Februari.
Prioritas Pembangunan: Fokus utama APBD 2026 diarahkan pada rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang rusak akibat bencana.
”Kita perlu bergerak cepat. Tahun depan fokus kita adalah memulihkan kembali infrastruktur yang terdampak bencana agar aktivitas ekonomi masyarakat kembali normal,” tegas Mahyeldi. (*)