Current track

Title

Artist

Background

Tolak Pembongkaran, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Pilih Opsi Restorasi Jembatan Kereta Api Lembah Anai

Written by on December 26, 2025

​PADANG SippSumbar.com— Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, memberikan respons tegas terkait polemik rencana pembongkaran jembatan kereta api peninggalan kolonial di kawasan Lembah Anai, Sumatera Barat. Jembatan yang merupakan bagian dari Warisan Dunia UNESCO tersebut sebelumnya diusulkan untuk dibongkar oleh Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas II Padang pasca-diterjang banjir bandang.

​Dalam kunjungannya ke Padang pada Rabu (24/12/2025), Fadli Zon menyatakan bahwa kementeriannya lebih condong pada opsi perbaikan daripada penghapusan struktur bersejarah tersebut.

​Restorasi Jadi Prioritas

​Usai menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana di Batu Busuak, Fadli langsung bertolak ke Lembah Anai untuk meninjau kondisi fisik dua jembatan yang rusak berat.

​”Sebaiknya kita perbaiki. Saya cenderung memilih opsi restorasi jika secara teknis memungkinkan. Tentu perlu ada kajian mendalam, namun semangatnya adalah menyelamatkan situs cagar budaya,” tegas Fadli Zon.

​Terkait kendala pendanaan yang sering menjadi alasan penghambat konservasi, Fadli menegaskan bahwa hal tersebut bukan hambatan utama. “Nanti kami carikan (anggarannya), itu bukan persoalan,” tambahnya.

​Mengapa Jembatan Ini Penting?

​Guna memberikan gambaran yang lebih utuh, berikut adalah beberapa informasi tambahan terkait sengketa rencana pembongkaran ini:

​1. Bagian dari Warisan Dunia UNESCO

Jembatan kereta api di Lembah Anai bukan sekadar infrastruktur transportasi. Situs ini merupakan bagian integral dari “Sawahlunto Old Coal Mining Heritage of Ombilin” yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Dunia pada 2019. Jalur ini dulunya digunakan untuk mengangkut batu bara dari Sawahlunto menuju Pelabuhan Teluk Bayur.

​2. Alasan Usulan Pembongkaran

BTP Kelas II Padang sebelumnya mengusulkan pembongkaran karena kondisi pilar jembatan yang tergerus hebat oleh banjir bandang (galodo) pertengahan 2024 lalu. Secara teknis, kerusakan tersebut dianggap membahayakan jika jalur tersebut diaktifkan kembali tanpa pembangunan ulang total. Selain itu, posisi jembatan dinilai menyempitkan aliran sungai yang bisa memicu tumpukan material saat banjir susulan.

​3. Penolakan dari Budayawan dan Sejarawan

Rencana pembongkaran ini sempat mendapat gelombang protes dari sejarawan Sumatera Barat. Mereka berargumen bahwa membongkar jembatan tersebut dapat mengancam status “Warisan Dunia” yang disematkan UNESCO. Para ahli menyarankan pembangunan jembatan baru di titik yang berbeda atau menggunakan teknologi perkuatan tanpa menghilangkan struktur asli sebagai bentuk pelestarian nilai historis (authenticity).

 

​Keputusan Menteri Kebudayaan untuk mengkaji ulang perbaikan ini memberikan harapan baru bagi pelestarian sejarah perkeretaapian di Sumatera Barat. Langkah selanjutnya akan melibatkan tim ahli cagar budaya untuk menentukan metode penguatan struktur yang tidak mengubah lanskap asli kawasan lindung Lembah Anai. (Edt)


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background