Sumbar Punya 22 Titik Potensi Geothermal, Gubernur Mahyeldi Ingin Investor Masuk
Written by Fakhruddin Arrazzi on August 22, 2026
SippSumbar.com – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT), khususnya energi panas bumi atau geothermal.
Berdasarkan data Dinas ESDM Provinsi Sumbar, potensi panas bumi di Sumbar mencapai sekitar 1.651 megawatt (MW) yang tersebar di 22 titik pada tujuh kabupaten.
Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Mahyeldi mengatakan saat ini pemanfaatan potensi geothermal di Sumbar baru sekitar 5 persen.
“Kita baru sekitar 5 persen yang dimanfaatkan. Artinya, masih banyak potensi yang bisa kita kembangkan,” ungkap Mahyeldi di Padang, Jumat (21/8/2026).
Menurut Mahyeldi, pengembangan geothermal menjadi bagian dari upaya Sumbar mewujudkan konsep Green Province. Komitmen tersebut sebelumnya juga disampaikannya saat menghadiri Opening Ceremony The 11th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta.
“Alhamdulillah, kita termasuk salah satu daerah yang sudah menyatakan komitmen dalam pemanfaatan panas bumi. Kita memang konsen dengan geothermal dan itu sudah kita kemas dalam konsep Green Province,” tegasnya.
Salah satu pemanfaatan geothermal yang telah berjalan berada di Kabupaten Solok Selatan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh dengan kapasitas sekitar 86 MW.
Pengembangan Muara Laboh Unit-2 dengan kapasitas 80 MW juga tengah berjalan. Proyek tersebut memiliki nilai investasi sekitar 490 juta dollar AS dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027.
Selain Muara Laboh, sejumlah pengembangan energi panas bumi juga terus dilakukan di Sumbar. Di antaranya pengeboran sumur eksplorasi Bonjol di Pasaman Barat serta survei pendahuluan di wilayah Cubadak Panti.
Mahyeldi mengatakan tantangan utama dalam pengembangan geothermal adalah kebutuhan investasi yang besar. Karena itu, pemerintah daerah mendorong percepatan pengembangan wilayah kerja panas bumi serta dukungan pemerintah pusat.
“Tantangannya tentu investasi dan bagaimana kita mendapatkan pihak pengusaha yang mau masuk. Karena itu, kita berharap ada percepatan dan dukungan dari kementerian terkait, sehingga pemanfaatan energi baru terbarukan kita bisa lebih maksimal,” katanya.
Ia berharap semakin banyak investor yang masuk untuk mengembangkan potensi panas bumi di Sumbar.
“Harapan kita ke depan akan semakin banyak investor yang masuk, dengan dukungan dari kementerian dan percepatan prosesnya. Kita punya tujuh kabupaten dan 22 titik potensi geothermal yang bisa dikembangkan,” tutur Mahyeldi.
Menurutnya, pengembangan geothermal tidak hanya berkaitan dengan penyediaan energi bersih. Pemanfaatan potensi tersebut juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Selain panas bumi, Sumbar juga mendorong pengembangan sumber energi terbarukan lainnya, seperti tenaga air dan surya. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Baca Juga: Sekjen Kemenag RI Kunjungi Sumbar, Hadiri Halaqah Ulama hingga Tabligh Akbar
“Ini bukan hanya soal listrik, tetapi bagaimana potensi energi bersih yang kita miliki dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya. (fru)