Current track

Title

Artist

Background

Gubernur Mahyeldi Ajak Mahasiswa UMN Teladani Perjuangan Mohammad Natsir

Written by on September 29, 2026

SippSumbar.com — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mendorong mahasiswa Universitas Mohammad Natsir (UMN) Bukittinggi memahami dan meneruskan nilai-nilai perjuangan Mohammad Natsir dalam kehidupan akademik maupun pengabdian kepada masyarakat.

Pesan itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri kegiatan Mata Natsir 2026 sekaligus Masa Ta’aruf UMN Bukittinggi di Aula Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Senin (28/9/2026).

Mahyeldi mengatakan, penggunaan nama Mohammad Natsir pada institusi pendidikan membawa tanggung jawab bagi mahasiswa untuk mengenal dan mengimplementasikan pemikiran serta keteladanan tokoh tersebut.

“Ke depan, kita tentu berharap mahasiswa di sini bisa menginternalisasikan nilai-nilai dari Pak Natsir. Kemudian menjadi tokoh baru yang mewarisi sifat Pak Natsir,” ujar Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, Mohammad Natsir merupakan salah satu tokoh penting dalam perjalanan bangsa Indonesia, termasuk dalam proses kembalinya Indonesia dari Republik Indonesia Serikat (RIS) menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Karena itu, sejarah perjuangan Natsir perlu dipahami generasi muda, khususnya mahasiswa UMN.

“NKRI itu ada salah satunya berkat jasa Pak Natsir. Bisa dibilang, tidak ada Pak Natsir, tidak ada NKRI. Begitulah kira-kira analogi besarnya jasa Pak Natsir untuk bangsa ini,” katanya.

Mahyeldi mengingatkan bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak berhenti setelah Proklamasi 17 Agustus 1945. Perjuangan tersebut harus dilanjutkan melalui upaya menjaga keutuhan bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan menyejahterakan rakyat.

Ia juga mengusulkan agar nama Mohammad Natsir semakin melekat dalam keseharian sivitas akademika UMN.

“Kalau boleh, usul saya, kalau sekarang singkatan nama kampus ini adalah UMN, bagaimana kalau kita geser sedikit menjadi UM Natsir. Sehingga Natsir itu melekat dalam keseharian kampus ini,” ujarnya.

Mahyeldi menyebut Mohammad Natsir bersama tokoh asal Sumbar lainnya, seperti Sutan Sjahrir dan Agus Salim, telah memberikan kontribusi penting dalam perjalanan bangsa. Menurutnya, semangat intelektual, keteladanan, dan kepedulian terhadap bangsa dari para tokoh tersebut perlu terus dipelajari generasi muda.

Rektor UMN Bukittinggi Alfihan Afrifani Ahmad mengatakan, penyematan nama Mohammad Natsir bukan sekadar identitas, tetapi juga tanggung jawab untuk meneruskan nilai-nilai yang diwariskannya.

“Karena kita menyandang nama Bapak Mohammad Natsir. Seorang ulama, seorang tokoh negarawan, seorang politisi. Nama itu bukan hanya sebatas nama, tapi ada nilai-nilai di sana, ada beban,” ujar Alfihan.

Alfihan menegaskan, UMN bersama Yayasan Rumah Sakit Islam Sumbar (YARSI Sumbar) berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak berhenti pada pencapaian akademik. Lulusan diharapkan mampu memberikan perubahan bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan bangsa.

“Tidak hanya sebatas lulus membawa ijazah, tapi juga harus memberikan perubahan. Perubahan untuk dirinya, perubahan untuk keluarganya, dan perubahan untuk bangsanya,” pungkasnya. (fru)


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background