Current track

Title

Artist

Background

Tinjau Situs Menhir Maek, Gubernur Mahyeldi Dorong Pelestarian Warisan Budaya Minangkabau

Written by on May 29, 2026

SippSumbar.com – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, meninjau Situs Menhir Bawah Parit di Jorong Kototinggi, Nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (28/5/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk mendukung pelestarian situs sejarah sekaligus memperkuat identitas peradaban tua Minangkabau.

Situs Menhir Bawah Parit merupakan kompleks menhir terbesar di kawasan Mahat dengan luas sekitar 6.000 meter persegi. Di lokasi tersebut terdapat sekitar 370 menhir dengan berbagai ukuran. Sebagian menhir masih berdiri tegak, sementara sebagian lainnya rebah mengarah ke tenggara menuju Gunung Sago.

Di kawasan itu juga ditemukan lima menhir berhias motif tumpal, pucuk rebung, kaluak paku, geometris, hingga siriah gadang yang menunjukkan kekayaan simbol budaya masyarakat masa lampau.

Mahyeldi menyebut Nagari Maek sebagai “negeri seribu menhir” karena memiliki kelompok menhir terbanyak di Sumatera Barat.

“Kita hadir langsung di Nagari Maek karena ini adalah negeri seribu menhir. Menhir yang berkelompok seperti ini hanya ada di Nagari Maek, Kabupaten Limapuluh Kota,” kata Mahyeldi.

Menurut dia, keberadaan menhir tersebut menjadi bukti masyarakat Maek telah memiliki budaya dan peradaban maju sejak ribuan tahun sebelum masehi.

“Ini membuktikan bahwa masyarakat di Maek sejak ribuan tahun sebelum masehi sudah memiliki budaya. Mereka hidup berkelompok, memiliki pandam pekuburan, serta ukiran-ukiran pada menhir yang menunjukkan adanya peradaban,” ujarnya.

Mahyeldi mengatakan situs menhir Maek merupakan warisan sejarah penting yang perlu terus diteliti secara ilmiah agar nilai sejarah dan kebudayaannya semakin terungkap.

Ia juga mengungkapkan ketertarikan berbagai kalangan internasional terhadap situs tersebut, termasuk tokoh Malaysia, Rais Yatim.

“Saya datang ke sini karena sebelumnya sudah bertemu dengan Rais Yatim dari Malaysia. Beliau sangat tertarik karena tulisan-tulisan dan ukiran pada menhir ini merupakan sesuatu yang harus dibaca dan diteliti lebih dalam,” ucapnya.

Mahyeldi menyebut pada Oktober mendatang akan datang peneliti dari Australia untuk melakukan kajian lebih lanjut terhadap situs tersebut. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumbar mendorong kolaborasi lintas negara guna mengungkap nilai sejarah dan kebudayaan kawasan menhir Maek.

Baca Juga: Pemprov Sumbar Minta Satpol PP dan Damkar Perkuat Ketertiban Sosial

“Mudah-mudahan ini menjadi kesempatan bagi kita untuk melakukan langkah maju dalam pelestarian situs budaya yang sarat sejarah ini,” tutur Mahyeldi. (fru) 

 

 


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background