Kredit Bank di Sumbar Tembus Rp77,7 Triliun, Penyaluran ke UMKM Turun
Written by Fakhruddin Arrazzi on August 8, 2026
SippSumbar.com – Penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan di Sumatera Barat (Sumbar) mencapai Rp77,70 triliun hingga Juni 2026. Nilai tersebut tumbuh 5,92 persen secara tahunan.
Namun pertumbuhan kredit perbankan tersebut belum diikuti penyaluran kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kredit UMKM justru mengalami kontraksi 1,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat Roni Nazra mengatakan, kredit dan pembiayaan perbankan Sumbar hingga Juni 2026 tumbuh positif.
“Total penyaluran kredit atau pembiayaan sebesar Rp77,70 triliun atau tumbuh 5,92 persen secara tahunan,” kata Roni dalam keterangan OJK, Jumat (7/8/2026).
Dari total penyaluran tersebut, kredit kepada UMKM mencapai Rp31,17 triliun. Angka itu setara dengan 40,11 persen dari total kredit dan pembiayaan perbankan di Sumbar.
Meski porsinya mencapai lebih dari 40 persen, penyaluran kredit UMKM secara tahunan justru turun 1,44 persen.
Di sisi lain, kualitas kredit perbankan Sumbar relatif masih terjaga. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tercatat 2,87 persen pada Juni 2026.
Angka tersebut meningkat dibandingkan Juni 2025 yang berada di level 2,65 persen.
Kinerja intermediasi perbankan juga ditopang pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK). Hingga Juni 2026, DPK yang dihimpun perbankan Sumbar mencapai Rp65,55 triliun atau tumbuh 13,02 persen secara tahunan.
Sementara itu, total aset perbankan Sumbar mencapai Rp88,20 triliun atau tumbuh 4,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Roni mengatakan stabilitas sektor jasa keuangan Sumbar secara umum masih terjaga dan terus memberikan dukungan terhadap aktivitas perekonomian daerah.
“Stabilitas dan kinerja positif sektor jasa keuangan di Sumatera Barat terus terjaga, memberikan dukungan terhadap penguatan aktivitas ekonomi daerah,” ujarnya.
Pertumbuhan juga terjadi pada pembiayaan perbankan syariah. Hingga Juni 2026, pembiayaan perbankan syariah mencapai Rp13,27 triliun atau tumbuh 16,22 persen secara tahunan.
Sementara itu, Bank Perekonomian Rakyat (BPR), baik konvensional maupun syariah, mencatat penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp2,27 triliun atau tumbuh 1,62 persen.
Dari total penyaluran BPR tersebut, sebanyak 71,15 persen merupakan kredit atau pembiayaan kepada UMKM.
Pertumbuhan kredit perbankan tersebut berlangsung di tengah pertumbuhan ekonomi Sumbar yang mencapai 4,54 persen secara tahunan pada triwulan II 2026.
Baca Juga: Dana TKD Rp258,45 Miliar Dorong 18 Program Infrastruktur di Sumbar
Data tersebut menunjukkan masih terdapat ruang untuk memperkuat penyaluran pembiayaan ke sektor produktif, khususnya UMKM, agar pertumbuhan sektor jasa keuangan dapat semakin mendorong aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha di Sumbar. (buah)
Teks Foto Utama: Ilustrasi rupiah. (Sumber: Pixabay.com/Defrino Maasy)