Pemprov Sumbar Perkuat Program Strategis Daerah melalui Kolaborasi dengan TMII dan Perguruan Tinggi
Written by Harun AR on January 29, 2026
PADANG SippSumbar.com— Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memperkuat implementasi program strategis daerah melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan tujuh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sumbar serta Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Penandatanganan berlangsung di Istana Gubernuran, Kamis (29/1/2026).
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan kearifan lokal. Menurutnya, sinergi dengan perguruan tinggi dan TMII diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan Sumbar.
“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam riset, inovasi, serta pendampingan masyarakat. Sementara TMII merupakan etalase Indonesia. Kolaborasi ini kita dorong agar memberi manfaat konkret bagi pembangunan daerah dan masyarakat,” ujar Mahyeldi.
Ia menjelaskan, kerja sama tersebut sejalan dengan berbagai program strategis Pemprov Sumbar, antara lain pengembangan Nagari Creative Hub, penguatan ekonomi kreatif dan pariwisata, serta peningkatan ketangguhan daerah terhadap risiko bencana melalui kajian ilmiah dan rekomendasi kebijakan berbasis data.
Rektor Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang, Muhammad Ridwan, menyambut baik kerja sama tersebut dan menyatakan kesiapan UPI YPTK untuk mendukung agenda pembangunan serta digitalisasi di Sumbar.
“Dengan lebih dari 14 ribu mahasiswa aktif dan pengalaman riset, termasuk di bidang sistem informasi dan kebencanaan, kami siap bersinergi untuk mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan,” katanya.
Ridwan menambahkan, UPI YPTK siap berperan sebagai mitra akademik dan teknis dalam pengembangan sistem informasi, pengelolaan data, serta pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pengambilan kebijakan di lingkungan Pemprov Sumbar.
Adapun tujuh perguruan tinggi yang menandatangani MoU tersebut yakni Universitas Bung Hatta, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang, Universitas Ekasakti, Universitas Tamansiswa, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Universitas Dharma Andalas, dan Universitas Mercubakti.
Sementara itu, Direktur Operasional TMII, Dede Noviardi, menegaskan bahwa anjungan daerah merupakan elemen utama sekaligus identitas TMII sebagai representasi keberagaman budaya Indonesia.
“Anjungan adalah daya tarik utama TMII karena merepresentasikan kekayaan budaya, tradisi, dan karakter setiap daerah. Tanpa anjungan, TMII tidak memiliki nilai,” ujarnya.
Menurutnya, anjungan tidak hanya berfungsi sebagai simbol daerah, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pelestarian budaya, khususnya bagi generasi muda. Oleh karena itu, kerja sama dengan pemerintah daerah dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan fungsi anjungan sebagai destinasi wisata budaya nasional.
Penandatanganan MoU tersebut turut dihadiri pimpinan perguruan tinggi mitra, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumbar, Direktur Utama Bank Nagari, serta jajaran manajemen TMII. (adpsb)