Muswil GK Sumbar Tegaskan Peran Kader Muda PKS di Tengah Masyarakat
Written by Harun AR on February 2, 2026
PADANG, SippSumbar.com— Garuda Keadilan (GK) Sumatera Barat menegaskan perannya sebagai wadah pembinaan kader muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berorientasi pada penguatan peran sosial dan kebermanfaatan di tengah masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) GK Sumbar yang digelar pada Sabtu, 31 Januari 2026, di Kota Padang.
Muswil ini menjadi momentum konsolidasi organisasi, ditandai dengan serah terima kepemimpinan dari Ketua GK Sumbar periode sebelumnya, Ahmad Salim, kepada Ahmad Fathan sebagai Ketua GK Sumbar periode 2026–2030. Dalam agenda yang sama, GK Sumbar juga mengukuhkan 12 Ketua GK kabupaten/kota se-Sumatera Barat sebagai langkah penguatan struktur daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh PKS, di antaranya Anggota DPR RI Fraksi PKS sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKS Rahmat Saleh, Ketua DPW PKS Sumatera Barat Ulyadi Yesmar, Presiden Garuda Keadilan Dhia Ul Haq Al A’zamie, serta anggota DPRD Sumbar Irsyad Syafar, Syofian Hendri, dan Rafdinal.
Ketua GK Sumbar terpilih, Ahmad Fathan, menegaskan bahwa GK bukan sekadar organisasi kepemudaan, melainkan rumah pembinaan kader biologis PKS yang disiapkan untuk matang secara nilai, visi, dan tanggung jawab sosial.
“GK adalah ruang pembinaan. Kader muda PKS disadarkan bahwa mereka adalah kader dakwah yang memiliki tanggung jawab terhadap umat, masyarakat, dan masa depan daerah,” ujar Ahmad Fathan.
Ia menjelaskan, arah gerak GK Sumbar lima tahun ke depan dirumuskan dalam kerangka K2P2: Kesadaran, Kesempatan, Pemaknaan, dan Peran, sebagai landasan ideologis dan praktis organisasi. Melalui kerangka tersebut, GK Sumbar mendorong kader muda untuk memahami identitas dirinya, mengembangkan kapasitas, memaknai aktivitas sebagai jalan pengabdian, serta hadir aktif dalam kerja-kerja sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, Anggota DPR RI Rahmat Saleh menekankan bahwa GK memiliki posisi strategis dalam proses regenerasi PKS dan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata.
“Regenerasi kader tidak bisa dibiarkan berjalan tanpa arah. GK harus menjadi ruang kaderisasi yang menyiapkan generasi muda yang matang secara karakter, kuat secara ideologi, dan hadir nyata di tengah masyarakat,” kata Rahmat Saleh.
Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan kader muda PKS dalam agenda sosial, kebencanaan, dan pengabdian masyarakat sebagai bentuk kaderisasi yang membumi.
Sementara itu Presiden Garuda Keadilan, Dhia Ul Haq Al A’zamie, menambahkan bahwa secara nasional GK diarahkan menjadi organisasi kader muda yang solid secara struktur dan aktif mengambil peran sosial.
“GK tidak boleh elitis. Kader harus berpikir jernih, bersikap dewasa, dan bekerja nyata untuk masyarakat,” tegasnya.
Muswil GK Sumbar ini sekaligus menandai babak baru konsolidasi kader muda PKS di Sumatera Barat. Dengan kepengurusan baru, penguatan struktur kabupaten/kota, serta arah gerak yang jelas, GK Sumbar diharapkan mampu menjadi jembatan antara nilai dakwah, kerja politik, dan pengabdian sosial di tengah masyarakat. (Ed)