Investasi Tak Sekadar Angka, Wagub Vasko Tekankan Serapan Tenaga Kerja sebagai Prioritas
Written by Harun AR on April 9, 2026
PADANG SippSumbar.com— Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan bahwa arah investasi ke depan tidak lagi berfokus semata pada besaran nilai, melainkan pada dampak langsung yang dirasakan masyarakat, terutama dalam penciptaan lapangan kerja.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menyampaikan bahwa investasi yang masuk harus mampu memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah, khususnya melalui skema padat karya.
“Investasi harus hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat. Tidak cukup hanya membangun fisik, tetapi juga harus menyerap tenaga kerja secara luas dan memperkuat ekonomi lokal,” ujarnya dalam Musrenbang RKPD Sumbar 2027 di Auditorium Gubernuran, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, paradigma pembangunan kini harus bergeser ke arah investasi yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah daerah didorong untuk lebih aktif dalam menjemput peluang serta memastikan kesiapan berbagai aspek pendukung, mulai dari lahan hingga perizinan.
Pemprov Sumbar menyiapkan sejumlah sektor unggulan sebagai motor penggerak, seperti penguatan infrastruktur konektivitas, pengembangan sektor maritim, energi terbarukan, serta pariwisata berbasis kawasan.
Sejumlah proyek strategis pun menjadi prioritas, di antaranya pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru, Fly Over Sitinjau Lauik, serta pengembangan potensi panas bumi yang diproyeksikan mampu menghasilkan hingga 165 MWe. Selain itu, optimalisasi Pelabuhan Teluk Tapang dan pengembangan kawasan wisata seperti Mandeh dan Kepulauan Mentawai juga menjadi bagian dari agenda besar investasi daerah.
Vasko menekankan, keberhasilan menarik investor sangat bergantung pada kepastian regulasi dan kemudahan layanan. Untuk itu, transformasi birokrasi terus didorong melalui sistem digital terintegrasi berbasis OSS guna memastikan proses perizinan yang cepat, transparan, dan efisien.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran kepala daerah sebagai motor penggerak investasi di wilayah masing-masing. Pemerintah kabupaten dan kota diminta tidak lagi bersikap pasif, melainkan proaktif dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Dengan berbagai langkah tersebut, Sumatera Barat menargetkan realisasi investasi mencapai Rp13,3 triliun pada 2027, sebagai bagian dari tren peningkatan yang diproyeksikan terus tumbuh hingga Rp18,8 triliun pada 2030.
“Ini tentang bagaimana kita memastikan investasi benar-benar memberi manfaat luas. Kuncinya adalah kolaborasi dan keseriusan semua pihak dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” tutupnya. (*)