Tinjau Lokasi Terdampak Banjir di Padang, Gubernur Mahyeldi Instruksikan Pengerahan Alat Berat
Written by Fakhruddin Arrazzi on August 5, 2026
SippSumbar.com – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir di Kota Padang, Selasa (4/8/2026). Dalam kunjungan itu, Mahyeldi nellidi Dinas Bina Konstruksi dan Sumber Daya Air (PSDA) segera mengerahkan alat berat untuk memulihkan aliran sungai yang berubah jalur akibat arus derasnya.
Salah satu lokasi yang dikunjungi berada di kawasan Guo, RT 001/RW VI, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Di kawasan tersebut, luapan sungai menyebabkan akses jalan sempat terputus dan mengganggu aktivitas warga.
Didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Mahyeldi meninjau rumah-rumah warga yang terdampak sekaligus melihat kondisi aliran sungai yang meluap hingga seluruh badan jalan.
“Kami turut prihatin atas musibah yang dialami masyarakat. Hari ini kami turun langsung memastikan penanganan dilakukan secepat mungkin. Dinas PSDA sudah saya instruksikan segera mengirimkan alat berat untuk mengembalikan aliran sungai ke jalur semula sehingga potensi banjir susulan dapat diminimalkan dan akses masyarakat segera pulih,” kata Mahyeldi.
Selain mengerahkan alat berat, Mahyeldi meminta seluruh OPD terkait mempercepat penanganan darurat. Dinas PSDA, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Sosial telah diterjunkan ke lapangan untuk menangani dampak bencana, mencatat kerusakan, serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
“Saya sudah meminta seluruh OPD terkait bergerak cepat. Penanganan harus dilakukan secara terpadu agar masyarakat dapat segera mendapatkan bantuan dan dampak bencana tidak semakin meluas,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara, sedikitnya terdapat 15 titik banjir di Kota Padang. Bencana serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah daerah lain di Sumbar, termasuk Kabupaten Agam.
Mahyeldi mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan cuaca setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi dalam tiga hari ke depan.
“Karena potensi hujan masih cukup tinggi, kami mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama yang berada di bantaran sungai maupun kawasan rawan longsor,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri melintasi arus sungai maupun menampung dengan debit air tinggi.
“Apabila menemukan arus yang deras, jangan memaksakan diri pada persimpangan. Utamakan keselamatan dengan mencari tempat yang lebih aman sampai kondisi benar-benar memungkinkan,” tegasnya.
Meski banjir terjadi di sejumlah wilayah, Mahyeldi mengatakan Pemerintah Provinsi Sumbar belum menetapkan status darurat darurat karena kondisi yang dinilai masih dapat ditangani melalui koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.
“IniSaat yang paling penting adalah memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan dan kebutuhan dasarnya tercapai secepatnya serta seluruh proses penanganan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Di lokasi yang ditinjau, sekitar 30 rumah dilaporkan terkena banjir. Sebagian warga untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat hingga kondisi kembali normal.
Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga menyerahkan bantuan logistik berupa kasur, selimut, makanan siap saji, serta paket kebutuhan pokok yang terdiri atas beras, minyak goreng, dan sarden.
Baca Juga: Pemprov Sumbar Siap Dukung Program Pembelajaran Jarak Jauh untuk Perluas Akses Pendidikan
Pemprov Sumbar akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memperoleh data yang akurat mengenai dampak bencana, termasuk kerusakan rumah, infrastruktur, dan fasilitas umum. Data tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan penanganan darurat dan pemulihan pascabencana. (buah)