Current track

Title

Artist

Background

20.558 Guru di Sumbar Telah Tersertifikasi, Gubernur Mahyeldi Soroti Regenerasi Tenaga Pendidik

Written by on August 14, 2026

SippSumbar.com — Sebanyak 20.558 guru di Sumatera Barat (Sumbar) telah tersertifikasi. Pemerintah daerah menilai capaian tersebut menjadi salah satu modal penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sumbar.

Data Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar per Mei 2025 mencatat, selain guru yang telah tersertifikasi, sekitar 96,6 persen guru di Sumbar telah memiliki kualifikasi pendidikan minimal S1/D4.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan kualitas dan kapasitas guru menjadi salah satu kekuatan utama dalam pembangunan pendidikan di Sumbar.

Hal itu disampaikannya saat membuka Sumbar Teacher Summit 2026 dan Seminar serta Workshop Pendidikan “Energy of Teacher” di Padang, Kamis (13/8/2026).

“Guru adalah energi penggerak pendidikan. Guru bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi membentuk karakter, menanamkan nilai kebangsaan, menumbuhkan kepercayaan diri, dan menyiapkan generasi yang berilmu serta berdaya saing,” ujar Mahyeldi.

Berdasarkan data tersebut, terdapat sekitar 18.386 guru ASN dan 2.540 guru honorer di Sumbar.

Meski jumlah guru tersertifikasi cukup besar, Mahyeldi mengatakan Sumbar masih menghadapi tantangan dalam menjaga keberlanjutan tenaga pendidik.

Sekitar 39,1 persen guru diproyeksikan memasuki masa pensiun dalam empat hingga lima tahun ke depan. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan perhatian terhadap regenerasi guru dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik.

“Kita harus memikirkan regenerasi guru sekaligus memastikan peningkatan kompetensi tenaga pendidik terus berjalan,” katanya.

Mahyeldi menyebut Sumbar juga memiliki 1.548 Guru Penggerak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.078 guru memenuhi syarat menjadi kepala sekolah dan 174 Guru Penggerak telah dipercaya menduduki posisi kepala sekolah.

Menurut Mahyeldi, capaian tersebut menunjukkan adanya potensi kepemimpinan yang dapat memperkuat ekosistem pendidikan di Sumbar.

Ia juga mendorong guru untuk terus meningkatkan kompetensi di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Teknologi, kata dia, dapat membantu menyediakan informasi dan memperluas akses pengetahuan. Namun, peran guru dalam membangun karakter, cara berpikir, nilai, dan keteladanan tetap penting.

“Kita ingin generasi Sumatera Barat mampu bersaing secara global tanpa kehilangan jati diri,” ujarnya.

Mahyeldi juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif. Berdasarkan Rapor Pendidikan Sumbar 2025, masih terdapat penurunan iklim kebinekaan pada SMA, SMK, dan SMALB.

“Sekolah harus menjadi ruang yang aman, inklusif, menghargai perbedaan, dan menumbuhkan persatuan,” katanya.

Ia berharap Sumbar Teacher Summit 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang bagi guru untuk belajar, berbagi, berinovasi, dan berkolaborasi.

“Semangat dari Teacher Summit ini jangan berhenti di forum, tetapi dibawa kembali ke sekolah dan diwujudkan dalam aksi nyata di ruang kelas,” tegasnya.

Sumbar Teacher Summit 2026 berlangsung pada 13–14 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dan diikuti Kacabdin, kepala sekolah, serta guru SMA, SMK, dan SLB se-Sumbar.

Baca Juga: Kinerja Lingkungan dan Pendidikan Diapresiasi, Sumbar Dapat Insentif Rp3,5 Miliar

Dalam kegiatan tersebut, Mahyeldi juga menerima Piagam Penghargaan dari Indonesia Inspiring Teacher sebagai Tokoh Inspiratif Pendidikan atas pengabdian dan dedikasinya di bidang pendidikan. (fru)

 


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background