Kualitas Udara Padang Menurun, Warga Diimbau Waspadai Kabut Asap Karhutla
Written by Fakhruddin Arrazzi on August 14, 2026
SippSumbar.com – Kualitas udara di Kota Padang, Sumatera Barat, menurun. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah daerah lain.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, terutama terhadap kesehatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton meminta warga tidak panik. Namun, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan jika kondisi udara semakin tidak sehat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap penurunan kualitas udara akibat asap karhutla. Jika tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan,” ujar Hendri dikutip dari keterangan tertulis yang diterima, Jumat (14/8/2026).
Hendri juga meminta masyarakat menjaga kesehatan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta warga yang sensitif terhadap kualitas udara.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas yang dapat memperburuk kualitas udara, seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar.
Menurut BPBD Kota Padang, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini. Warga yang melihat titik api, kepulan asap tebal, atau kebakaran di sekitar lingkungan diminta segera melaporkannya kepada petugas.
Untuk laporan kebencanaan, masyarakat dapat menghubungi Call Center Padang Sigap 112, BPBD Kota Padang di nomor (0751) 778775 atau WhatsApp 0858-9152-2181. Masyarakat juga dapat menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang di nomor 0811-6606-113.
Hendri berharap masyarakat ikut berperan dalam menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Dengan pencegahan sejak dini, dampak karhutla terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat diharapkan dapat diminimalkan.
Baca Juga: Pemko Padang Tawarkan Dua Opsi Relokasi Warga Terdampak Banjir
“Lindungi lingkungan, selamatkan masyarakat, dan cegah kebakaran sejak dini,” kata Hendri. (fru)