Pascagalodo Solok, Wagub Vasko Dorong Kantor Pelayanan Terpadu Darurat
Written by Fakhruddin Arrazzi on September 23, 2026
SippSumbar.com — Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy mendorong Pemerintah Kabupaten Solok segera menyiapkan kantor pelayanan terpadu darurat. Langkah itu diperlukan agar pelayanan publik tetap berjalan setelah sejumlah kantor pemerintahan terdampak banjir bandang atau galodo di kawasan Arosuka.
Vasko mengatakan kondisi darurat tidak boleh menghentikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah diminta segera menyiapkan lokasi yang aman dan representatif sebagai pusat pelayanan sementara.
“Kita minta pemerintah kabupaten segera siapkan kantor pelayanan terpadu darurat. Jangan sampai karena kantor terdampak bencana, pelayanan kepada masyarakat ikut berhenti. Pemerintahan harus tetap berjalan dan masyarakat tetap harus dilayani,” tegas Vasko saat meninjau kawasan terdampak, Selasa (22/9/2026).
Ia meminta perangkat daerah terkait mengidentifikasi lokasi yang dapat digunakan untuk mengintegrasikan sejumlah layanan dasar pemerintahan. Kantor sementara tersebut diharapkan dapat digunakan hingga proses rehabilitasi kantor pemerintahan terdampak dilakukan.
Selain memastikan pelayanan publik, Vasko meminta masyarakat yang berada di kawasan rawan untuk sementara mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Imbauan tersebut disampaikan karena potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi di wilayah Kabupaten Solok.
“Kita minta masyarakat jangan mengambil risiko. Kalau memang berada di lokasi yang rawan, untuk sementara mengungsi ke tempat yang lebih aman. Keselamatan masyarakat harus menjadi yang utama,” ujarnya.
Vasko juga meminta pemerintah daerah bersama unsur kebencanaan memastikan lokasi pengungsian aman dan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas dan tidak kembali ke kawasan rawan sebelum dinyatakan aman.
Banjir bandang melanda Nagari Batang Barus dan Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Bencana tersebut berdampak pada permukiman warga dan sejumlah fasilitas pemerintahan.
Pemerintah Kabupaten Solok telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari. Rumah Dinas Wakil Bupati Solok dimanfaatkan sebagai salah satu lokasi pengungsian, sedangkan dapur umum disiagakan untuk memenuhi kebutuhan logistik warga terdampak.
Tim gabungan juga terus melakukan pembersihan material dan membuka akses yang terdampak. Alat berat disiagakan untuk menangani material sedimen sekaligus mengantisipasi dampak lanjutan apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.
Vasko menegaskan penanganan bencana harus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi dengan mengutamakan keselamatan masyarakat. Di sisi lain, aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik harus tetap berjalan melalui langkah-langkah darurat yang dapat segera dilaksanakan. (fru)