Dinilai Perkuat Reformasi Birokrasi, Gubernur Mahyeldi Terima Penghargaan dari IPDN
Written by Fakhruddin Arrazzi on August 7, 2026
SippSumbar.com – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas komitmennya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, reformasi birokrasi, dan peningkatan pelayanan publik di Sumatera Barat.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Rektor IPDN, Halilul Khairi, dalam upacara di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (5/8/2026).
Halilul Khairi mengatakan, Mahyeldi dinilai mampu menghadirkan kepemimpinan yang mendorong birokrasi menjadi lebih profesional, adaptif, dan dipercaya masyarakat melalui berbagai inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Menurut dia, keberhasilan tersebut juga terlihat dari kemampuan Pemerintah Provinsi Sumbar menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk penanganan kebencanaan yang membutuhkan kepemimpinan cepat dan kolaboratif.
“Beliau telah menunjukkan kepemimpinan yang mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik. Karena itu, kami bangga mengangkat beliau sebagai Alumni Kehormatan IPDN,” kata Halilul.
Ia juga mengapresiasi kontribusi para alumni APDN, STPDN, dan IPDN yang saat ini menduduki berbagai jabatan strategis dan berperan dalam penguatan tata kelola pemerintahan di lingkungan Pemprov Sumbar.
Menanggapi penghargaan tersebut, Mahyeldi menyatakan penghargaan itu merupakan hasil kerja bersama seluruh aparatur pemerintah, pemerintah kabupaten dan kota, alumni IPDN, serta masyarakat Sumbar.
“Penghargaan ini bukan milik saya pribadi. Ini adalah hasil kerja keras seluruh aparatur pemerintah, pemerintah kabupaten dan kota, para alumni IPDN, serta seluruh masyarakat Sumatera Barat. Karena itu, penghargaan ini saya persembahkan untuk masyarakat Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.
Ia mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemprov Sumbar untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Menurut Mahyeldi, keberhasilan pemerintah tidak hanya diukur dari besarnya anggaran atau banyaknya program, tetapi dari kemampuan menghadirkan kebijakan yang menjawab kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga.
“Aparatur adalah wajah negara. Tugasnya bukan sekadar menjalankan aturan, tetapi menghadirkan solusi, mendengar aspirasi masyarakat, serta memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan berkeadilan,” ujarnya.
Sebelum prosesi penganugerahan, Mahyeldi juga memberikan pembekalan kepada Praja IPDN asal Sumatera Barat. Ia mengajak para calon pamong untuk membangun kepemimpinan yang berintegritas, profesional, dan mengutamakan pengabdian kepada masyarakat.
Acara tersebut dihadiri jajaran pimpinan IPDN, ribuan praja, Ketua IKAPTK Provinsi Sumbar Martias Wanto, Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Jasman Rizal, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ahmad Zakri, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemprov Sumbar. (fru)