Nelayan Tiku Keluhkan Bagan Kandas, Gubernur Mahyeldi Dorong Dermaga Pengaman
Written by Fakhruddin Arrazzi on September 23, 2026
SippSumbar.com — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mendorong penyelesaian kebutuhan fasilitas keselamatan bagi nelayan di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasir Tiku, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam.
Hal itu disampaikan Mahyeldi saat berdialog dengan nelayan di TPI Pasir Tiku, Senin (21/9/2026). Dalam dialog tersebut, nelayan menyampaikan sejumlah persoalan, terutama kebutuhan dermaga pengaman untuk melindungi bagan saat gelombang tinggi.
Mahyeldi mengatakan kebutuhan dermaga pengaman berkaitan langsung dengan keselamatan nelayan dan keberlangsungan usaha mereka. Ia meminta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar segera mencarikan solusi melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait.
Salah seorang nelayan, Boy (48), mengatakan ketiadaan pelabuhan pengaman membuat bagan nelayan rentan rusak atau kandas ketika kondisi laut memburuk.
“Setiap tahun kami pasti dapat musibah. Tahun kini saja baru hitungan delapan bulan, sudah empat buah bagan kami yang kandas. Kami tidak punya pelabuhan penyelamatan,” ujar Boy.
Para nelayan mengusulkan pembangunan dermaga pengaman permanen dengan konstruksi beton. Usulan itu disampaikan karena sebagian besar bagan masih menggunakan bahan kayu dan konstruksi tradisional sehingga membutuhkan lokasi perlindungan saat gelombang tinggi.
Selain dermaga pengaman, nelayan juga menyampaikan kebutuhan pabrik es untuk menjaga kualitas hasil tangkapan setelah kembali dari laut.
Dalam dialog tersebut disampaikan bahwa anggaran pembangunan pabrik es sebelumnya telah dialokasikan, tetapi proses tender belum menghasilkan pemenang. Mahyeldi meminta kebutuhan fasilitas nelayan terus dikawal dan dicarikan penyelesaian sesuai ketentuan.
Menurut Mahyeldi, pembangunan fasilitas nelayan harus berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Selain dermaga pengaman dan pabrik es, gudang penyimpanan serta sarana pendukung lainnya juga perlu dikembangkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi nelayan.
“Yang terpenting bagaimana kebutuhan nelayan ini kita carikan solusinya. Fasilitas yang dibangun harus benar-benar memberikan manfaat, mendukung aktivitas nelayan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Mahyeldi.
Mahyeldi juga mendorong sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, koperasi nelayan dan pihak swasta. Pembangunan fasilitas, kata dia, dapat dilakukan secara bertahap dengan memastikan setiap sarana yang dibangun dimanfaatkan secara optimal.
Baca Juga: Akses Informasi Pembangunan Lebih Cepat, Pemprov Sumbar Kembangkan Chatbot SIMBANGDA
Dalam kunjungan tersebut, Mahyeldi didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar Seifdinon serta Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sumbar Helmi Heriyanto. Kehadiran perangkat daerah terkait diharapkan mempercepat pembahasan dan tindak lanjut kebutuhan nelayan. (fru)