Bantu Pembudidaya Bangkit, Pemprov Sumbar Salurkan 52 Ribu Bibit Ikan di Solok
Written by Fakhruddin Arrazzi on October 12, 2026
SippSumbar.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyalurkan sekitar 52.000 bibit ikan dan pakan kepada pembudidaya terdampak bencana di Kabupaten Solok, Jumat (9/10/2026). Bantuan ini ditujukan untuk membantu masyarakat memulihkan usaha perikanan dan kembali produktif.
Bantuan diserahkan langsung oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di kawasan Padang Belimbing, Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak. Kegiatan itu turut dihadiri Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Masheri Yanda Boy dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar Syefdinon.
Mahyeldi mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah membantu masyarakat terdampak bencana. Ia telah meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mendata kebutuhan warga dan menyalurkan bantuan sesuai bidang masing-masing.
Ia berharap bantuan bibit ikan dan pakan dapat dimanfaatkan secara optimal agar pembudidaya kembali menjalankan usaha dan memulihkan sumber penghidupan keluarga.
Sementara itu, Syefdinon mengatakan, DKP Sumbar menyiapkan Program Budidaya Perikanan Darat Tematik yang direncanakan mulai berjalan pada 2027. Program ini ditujukan untuk mengembangkan usaha budidaya berbasis nagari sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Melalui program tersebut, setiap lokasi direncanakan mendapat sekitar 20 kolam, bibit ikan, dan pakan untuk satu siklus budidaya selama empat bulan. Setelah panen pertama, pembudidaya diharapkan dapat membiayai siklus berikutnya secara mandiri.
Untuk mengikuti program ini, pemerintah nagari perlu menyiapkan lahan seluas 1.000 meter persegi dan berkoordinasi dengan DKP Sumbar. Program tersebut direncanakan memiliki kuota 10.000 titik pada 2027 dan meningkat menjadi 40.000 titik pada 2029.
“Kami berharap nagari-nagari di Kabupaten Solok dapat mempersiapkan persyaratan sejak awal agar berpeluang memanfaatkan program ini,” kata Syefdinon.
Selain bantuan dan program budidaya, DKP Sumbar juga membangun ekosistem pemasaran untuk menghubungkan pembudidaya dengan calon pembeli, seperti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), lembaga pemasyarakatan, sekolah kedinasan, hotel, dan rumah makan.
Upaya tersebut diharapkan memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan kepastian penyerapan hasil panen.
Salah seorang penerima bantuan, M. Fajar Yatim, mengapresiasi bantuan yang diberikan Pemprov Sumbar. Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu pembudidaya di Padang Belimbing bangkit dan mengembangkan kembali usaha mereka.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur atas bantuan bibit ini. Mudah-mudahan kami bisa segera bangkit dan usaha budidaya kami kembali maju,” tuturnya. (fru)