HUT ke-81 RI, 2.000 Siswa Ar Risalah Ikuti Upacara Pengibaran Merah Putih
Written by Fakhruddin Arrazzi on August 19, 2026
SippSumbar.com – Perguruan Islam Ar Risalah menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Upacara digelar di empat lokasi berbeda di kompleks Perguruan Islam Ar Risalah, yakni Lapangan SMP PIAR, Lapangan SMP Putri PIAR, Lapangan MAS PIAR Putra, dan Lapangan MAS PIAR Putri. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 2.000 siswa serta ratusan guru dan karyawan di sekolah Islam berbasis asrama tersebut.
Ketua Yayasan Waqaf Ar Risalah, Ustaz H. Kamrizal Syafri Adam, Lc., M.A., mengatakan kemerdekaan yang dinikmati masyarakat Indonesia saat ini merupakan hasil perjuangan para pahlawan dalam membebaskan bangsa dari penjajahan.
Menurutnya, kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan bangsa lain. Kemerdekaan juga harus diisi dengan perilaku yang menghargai kebebasan dan hak orang lain.
Ia mengingatkan para siswa agar tidak memaknai kemerdekaan sebagai kebebasan untuk bertindak sesuka hati. Menurutnya, perilaku seperti membuli, menghina, merampas hak orang lain, maupun melakukan sesuatu yang mengganggu kenyamanan orang lain justru bertentangan dengan nilai-nilai kemerdekaan.
Karena itu, ia mengajak para siswa untuk menjaga sikap dan memastikan keberadaan mereka tidak mengganggu atau merugikan orang lain. Sikap tersebut, kata dia, merupakan bagian dari cara generasi muda mengisi kemerdekaan.
“Kita bersyukur telah bebas dari penjajah. Tapi jangan sampai kita melakukan perilaku penjajah. Di mana pun kita berada, pastikan teman-teman kita nyaman dan aman. Jangan berperilaku seenaknya, jangan membuli karena semua adalah ciptaan Allah,” ujar Ustaz Kamrizal dalam amanatnya.
Ia berharap para siswa dapat menjadi “pahlawan” di lingkungan masing-masing dengan menjaga sikap, menghormati hak orang lain, serta menciptakan rasa aman dan nyaman bagi orang-orang di sekitarnya.
Baca Juga: Sekda Sumbar: Remisi Jadi Momentum Warga Binaan Perbaiki Diri
“Ananda semua bisa menjadi pahlawan. Kemerdekaan adalah bebas, tapi tidak sebebas-bebasnya. Kebebasan kita diikat oleh aturan sehingga menimbulkan kenyamanan bagi yang lain,” katanya. (fru)