Soroti Kasus Bunuh Diri, Gubernur Mahyeldi Minta PDSKJI Perluas Layanan ke Daerah
Written by Fakhruddin Arrazzi on July 20, 2026
SippSumbar.com – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah meminta Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Sumbar memperkuat layanan kesehatan jiwa hingga menjangkau daerah-daerah. Permintaan itu disampaikan di tengah meningkatnya kasus bunuh diri dan gangguan kesehatan mental, terutama pada anak dan remaja.
Hal itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri pelantikan Pengurus PDSKJI Cabang Sumbar periode 2025–2028 di Hotel Truntum Padang, Minggu (19/7/2026).
Menurut Mahyeldi, masalah kesehatan mental merupakan tantangan serius yang harus diselesaikan bersama karena berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia dan pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
“Dulu kita hampir tidak pernah mendengar anak usia sekolah dasar mengakhiri hidupnya sendiri. Sekarang kasus seperti itu mulai bermunculan. Belum lagi gangguan belajar, kesulitan berkonsentrasi, hingga berbagai penyimpangan perilaku. Ini menjadi alarm bagi kita semua dan harus ditangani bersama agar tidak mengancam Terwujudnya Indonesia Emas 2045,” kata Mahyeldi.
Ia berharap kepengurusan baru yang dipimpin dr. dr. Rini Gusya Liza, M.Kes., Sp.KJ mampu memperluas jangkauan layanan kesehatan jiwa hingga masyarakat di berbagai daerah.
Mahyeldi mengatakan pemerintah daerah terus mendorong sinergi dengan organisasi profesi kesehatan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Kesehatan merupakan salah satu indikator penting dalam pembangunan manusia. Oleh karena itu, pemerintah harus terus memperkuat sinergi dengan organisasi profesi agar layanan kesehatan, termasuk kesehatan jiwa, semakin berkualitas dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumbar dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumbar yang selama ini menghadirkan layanan kesehatan hingga ke desa dan nagari.
Selain itu, Mahyeldi mengajak PDSKJI membawa agenda-agenda nasional ke Sumbar. Menurutnya, kegiatan berskala nasional tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan ilmu kedokteran, tetapi juga berdampak pada sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, dan UMKM.
Sementara itu, Ketua IDI Wilayah Sumbar, dr. dr. Roni Eka Sahputra, mengatakan tantangan kesehatan mental di Sumbar semakin kompleks, mulai dari meningkatnya kasus bunuh diri, gangguan kejiwaan, hingga kekerasan terhadap anak. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pelayanan jiwa kesehatan.
Baca Juga: Bantuan Pusat Dihentikan, Pemprov Sumbar Pastikan Pembinaan Atlet Berlanjut
Senada, Sekretaris Umum Pengurus Pusat PDSKJI, dr. Srimpi Indah Zulaika, FS, Sp.KJ, Subsp. MEL(K), menyatakan siap mendukung berbagai program PDSKJI Sumbar, termasuk memperkuat pendampingan di daerah-daerah yang masih menghadapi dampak pascabencana. (fru)