KAI Divre II Sumbar Layani 8.181 Pelanggan Saat Maulid Nabi, Pariaman Ekspres Jadi Favorit
Written by Fakhruddin Arrazzi on August 26, 2026
SippSumbar.com — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat 8.181 pelanggan menggunakan layanan kereta api pada momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Selasa (25/8/2026).
Jumlah tersebut mencapai sekitar 105 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia dalam satu hari, yakni 7.792 tempat duduk.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab mengatakan tingginya jumlah pelanggan menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai salah satu pilihan transportasi.
“Antusiasme masyarakat menggunakan KA Pariaman Ekspres maupun layanan kereta api lainnya menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan,” ujar Reza dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8/2026).
Dari seluruh perjalanan yang dilayani, KA Pariaman Ekspres mencatat jumlah pelanggan terbanyak, yakni 5.296 pelanggan. Jumlah itu setara 125 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia sebanyak 4.240 kursi.
KAI menjelaskan, angka di atas 100 persen tersebut bukan berarti terjadi kelebihan penumpang dalam satu perjalanan. Persentase tersebut merupakan perbandingan akumulasi jumlah pelanggan dengan total kapasitas tempat duduk dari seluruh perjalanan KA Pariaman Ekspres dalam satu hari.
Pelanggan tersebar dalam sejumlah perjalanan dengan waktu keberangkatan berbeda.
KA Pariaman Ekspres melayani rute Pauh Lima-Naras. Tingginya jumlah pelanggan menunjukkan minat masyarakat menggunakan kereta api untuk mobilitas menuju Pariaman dan wilayah sekitarnya.
Selain Pariaman Ekspres, KA Lembah Anai melayani 1.417 pelanggan dan KA Minangkabau Ekspres melayani 1.468 pelanggan.
Menurut Reza, capaian tersebut menjadi motivasi bagi KAI untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
“Capaian ini tentunya menjadi motivasi bagi KAI untuk terus menghadirkan layanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi pelanggan,” katanya.
Tingginya mobilitas masyarakat juga terlihat dari jumlah pelanggan di sejumlah stasiun wilayah operasional KAI Divre II Sumbar.
Dari sisi keberangkatan, Stasiun Padang mencatat volume pelanggan tertinggi dengan 2.330 orang. Berikutnya Stasiun Pariaman sebanyak 1.334 pelanggan, Stasiun BIM 721 pelanggan, Stasiun Air Tawar 678 pelanggan, dan Stasiun Lubuk Alung 445 pelanggan.
Sementara dari sisi kedatangan, Stasiun Padang juga menjadi stasiun dengan jumlah pelanggan terbanyak, yakni 2.242 orang.
Selanjutnya, Stasiun Pariaman mencatat 1.441 pelanggan, Stasiun Air Tawar 995 pelanggan, Stasiun BIM 664 pelanggan, dan Stasiun Lubuk Alung 423 pelanggan.
KAI menilai pola tersebut menunjukkan kereta api digunakan untuk berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari aktivitas harian hingga perjalanan antarkota dan antarwilayah.
Untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat, KAI Divre II Sumbar memastikan kesiapan sarana dan prasarana serta pengawasan perjalanan kereta api.
Pemeriksaan dilakukan terhadap sarana dan prasarana, termasuk pengawasan di sejumlah titik yang berpotensi mengganggu perjalanan kereta api.
Aspek keselamatan juga menjadi prioritas KAI. Masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur kereta api dan perlintasan sebidang diminta mematuhi aturan keselamatan.
KAI mengimbau masyarakat yang melintasi perlintasan sebidang untuk berhenti, melihat, dan memastikan kondisi aman sebelum melintas. Masyarakat juga diminta memberikan prioritas kepada perjalanan kereta api.
Selain itu, masyarakat dilarang berjalan, bermain, atau melakukan aktivitas lain di jalur rel karena dapat membahayakan keselamatan dan mengganggu perjalanan kereta api.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya keselamatan perkeretaapian. Keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab KAI, tetapi membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh masyarakat,” kata Reza.
Baca Juga: Beragam Penghargaan Warnai Kinerja Pemprov Sumbar Sepanjang 2026
“Mari disiplin mematuhi aturan di perlintasan dan tidak beraktivitas di jalur rel, sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung aman, lancar, dan selamat sampai tujuan,” ungkapnya. (fru)