Cegah Keracunan, Mahyeldi Tegaskan Dapur MBG Bermasalah Harus Dievaluasi
Written by Fakhruddin Arrazzi on October 13, 2026
SippSumbar.com — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meminta pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperketat untuk mencegah kasus keracunan. Ia menegaskan, setiap pelanggaran yang membahayakan keselamatan penerima manfaat harus ditindak sesuai ketentuan.
Hal itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri Pertemuan Koordinasi Keamanan Pangan bersama Satgas Percepatan Pelaksanaan MBG Provinsi Sumbar di Aula Kantor Gubernur, Senin (12/10/2026).
“Keamanan pangan harus menjadi prioritas utama. Kita tidak boleh berkompromi terhadap hal-hal yang dapat mengancam keselamatan anak-anak penerima manfaat program ini,” kata Mahyeldi.
Ia mengatakan, pengawasan harus dilakukan sejak pemilihan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, pengemasan, hingga pendistribusian makanan. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga diminta menerapkan standar higiene dan sanitasi serta memperhatikan waktu antara memasak dan penyajian.
Menurut Mahyeldi, pengawasan membutuhkan koordinasi lintas sektor dengan pembagian tanggung jawab yang jelas. Jika ditemukan kasus keracunan yang berkaitan dengan makanan MBG, operasional dapur harus dihentikan sementara untuk penanganan dan evaluasi.
Pemerintah kabupaten/kota bersama Satgas terkait juga diminta memastikan setiap kasus ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
Selain aspek kesehatan, Mahyeldi mendorong pelaksanaan MBG memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ia meminta pemanfaatan bahan pangan dari daerah sekitar untuk memperluas pasar bagi petani, produsen pangan, dan pelaku usaha lokal.
Upaya tersebut dapat disinergikan dengan program Pemerintah Provinsi Sumbar, seperti Nagari Creatif Hub dan Klinik UMKM, guna memperkuat kapasitas usaha serta memperluas pemasaran produk lokal.
“Program ini harus memberikan manfaat dari sisi kesehatan sekaligus ekonomi. Bahan pangan yang digunakan diharapkan berasal dari daerah sekitar dapur MBG, sehingga usaha masyarakat ikut bergerak dan kesejahteraan mereka meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumbar, Iqbal Ramadi Payana, mengatakan pertemuan tersebut bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengawasan keamanan pangan program MBG.
Kegiatan itu diikuti sekitar 100 peserta, terdiri atas Satgas MBG Provinsi Sumbar, Satgas MBG dari 19 kabupaten/kota, koordinator wilayah SPPG, perangkat daerah, dan instansi teknis terkait. (fru)