Gubernur Mahyeldi Rangkul Apindo, Dorong UMKM Sumbar Naik Kelas
Written by Fakhruddin Arrazzi on April 24, 2026
Padang, SippSumbar.com — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meminta dukungan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumbar naik kelas, baik dari sisi kualitas produk maupun perluasan pasar.
Permintaan itu disampaikan Mahyeldi saat membuka Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia Sumbar di Padang, Kamis (23/4/2026).
“Bagaimana menjembatani UMKM yang jumlahnya besar ini agar bisa masuk ke pasar yang lebih baik. Dukungan ini yang kita harapkan dari para pengusaha Apindo,” ujar Mahyeldi.
Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci dalam menjawab berbagai tantangan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Menurut Mahyeldi, struktur ekonomi Sumbar saat ini sangat ditopang oleh sektor UMKM yang terus mengalami pertumbuhan. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah UMKM meningkat dari sekitar 600.000 menjadi lebih dari 740.000 unit usaha, dengan sekitar 99 persen merupakan usaha mikro. Selain itu, terdapat lebih dari 5.800 koperasi yang turut menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Kondisi ini menjadi kekuatan sekaligus tantangan yang harus dikelola agar UMKM bisa berkembang dan memberi nilai tambah lebih besar,” katanya.
Mahyeldi mencontohkan, saat ini sudah ada pelaku usaha yang berhasil membawa produk UMKM Sumbar menembus pasar Malaysia melalui pembinaan, standarisasi, hingga distribusi. Praktik tersebut diharapkan dapat diperluas.
Selain UMKM, ia juga menyoroti potensi komoditas unggulan Sumbar seperti kakao dan gambir yang memiliki daya saing global. Namun, menurutnya, pengelolaan kedua komoditas tersebut masih perlu diperkuat.
Baca Juga: Sekdaprov Sumbar Lantik 8 Pejabat Administrator, Tekankan Integritas dan Kinerja
“Sebagian besar kebutuhan dunia berasal dari Sumbar, tetapi masih diekspor dalam bentuk mentah. Nilai tambahnya belum kita rasakan karena belum ada hilirisasi,” ujarnya. (fru)