Gubernur Mahyeldi Ajak Mahasiswa Minang Persiapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045
Written by Fakhruddin Arrazzi on June 8, 2026
SippSumbar.com – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mengajak mahasiswa asal Minangkabau untuk mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat global guna menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ajakan tersebut disampaikan Mahyeldi saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional bertajuk *“Merajut Intelektualitas, Karier, dan Identitas Menuju Indonesia Emas”* yang digelar Ikatan Mahasiswa Minang Pascasarjana Bandung di Gedung CRCS Institut Teknologi Bandung (ITB), Minggu (7/6/2026).
Dalam kegiatan itu, Mahyeldi tampil sebagai pembicara bersama Rektor Universitas YARSI Jakarta sekaligus mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Prof. Fasli Jalal, serta pengusaha asal Minangkabau, Michael Simon.
Menurut Mahyeldi, daya saing Indonesia pada 2045 tidak lagi ditentukan oleh melimpahnya sumber daya alam, melainkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki.
“Sejarah membuktikan banyak negara maju bukan karena kekayaan alamnya, tetapi karena berhasil membangun manusianya. Masa depan Indonesia ditentukan oleh kualitas pikiran, karakter, kreativitas, dan kemampuan generasi mudanya,” kata Mahyeldi.
Ia menegaskan pembangunan sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pembangunan infrastruktur pada akhirnya harus bermuara pada lahirnya manusia yang berilmu, produktif, inovatif, dan berdaya saing.
Mahyeldi juga mengingatkan bahwa bonus demografi yang dimiliki Indonesia hanya akan menjadi keuntungan apabila generasi mudanya memiliki kompetensi dan kesiapan menghadapi perubahan zaman. Sebaliknya, tanpa kualitas yang memadai, bonus demografi berpotensi menjadi beban sosial.
Selain itu, ia menyoroti pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) yang mengubah berbagai aspek kehidupan. Karena itu, generasi muda dituntut untuk terus belajar, beradaptasi, dan berkolaborasi agar mampu menciptakan solusi di tengah perubahan yang berlangsung cepat.
“Ijazah tetap penting, tetapi semangat belajar sepanjang hayat jauh lebih penting. Masa depan tidak dimenangkan oleh mereka yang paling pintar, melainkan oleh mereka yang paling cepat beradaptasi terhadap perubahan,” ujarnya.
Dalam paparannya, Mahyeldi juga menekankan pentingnya menjaga identitas budaya sebagai modal menghadapi persaingan global. Ia menyebut nilai-nilai Minangkabau seperti tradisi merantau, budaya musyawarah, dan penghormatan terhadap pendidikan sebagai kekuatan yang tetap relevan di masa depan.
“Menjadi orang Minang hari ini bukan sekadar menjaga tradisi, tetapi menghadirkan kontribusi terbaik melalui ilmu pengetahuan, inovasi, kepemimpinan, dan karya nyata. Kita ingin generasi muda Minang hadir di panggung dunia, tetapi tetap memberi manfaat bagi bangsa dan daerah asalnya,” tuturnya.
Mahyeldi menambahkan, Indonesia membutuhkan generasi yang memiliki kompetensi global, karakter kuat, dan komitmen kebangsaan. Perpaduan ketiganya, kata dia, akan melahirkan talenta-talenta unggul yang mampu membawa Indonesia menuju masa kejayaannya.
Menutup paparannya, Mahyeldi menyampaikan optimisme bahwa Indonesia memiliki seluruh prasyarat untuk menjadi negara maju pada 2045.
Baca Juga: Gubernur Mahyeldi Dorong ASN di Sumbar Bangun Budaya Menulis dan Berpikir Ilmiah
“Saya percaya sebagian arsitek Indonesia Emas 2045 sedang berada di ruangan ini. Masa depan tidak datang dengan sendirinya, tetapi dibangun oleh mereka yang berani mempersiapkannya mulai hari ini,” pungkasnya. (fru)