Buka AITTA Travel Mart 2026, Gubernur Mahyeldi Dorong Perluasan Pasar Wisata Sumbar
Written by Fakhruddin Arrazzi on October 28, 2026
SippSumbar.com — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mendorong pelaku industri pariwisata memperkuat kolaborasi untuk memperluas pasar dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumbar. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan AITTA Travel Mart West Sumatra 2026 di Hotel Truntum, Kota Padang, Selasa (27/10/2026).
Mahyeldi menyambut baik kegiatan yang mempertemukan pelaku industri perjalanan dan pariwisata tersebut. Menurut dia, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk membangun kemitraan, memperluas jaringan pemasaran, serta mengembangkan paket wisata Sumbar yang lebih kompetitif.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan gong oleh Mahyeldi, didampingi Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan Reti Wafda serta Ketua DPP AITTA Johari Somad bersama jajaran pengurus.
“Pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan Sumatera Barat yang memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu, kita perlu memperkuat promosi dan kolaborasi agar potensi yang kita miliki semakin banyak menarik wisatawan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Mahyeldi.
Ia menjelaskan, aktivitas pariwisata memberikan dampak ekonomi bagi berbagai sektor, mulai dari transportasi, akomodasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karena itu, peningkatan kunjungan wisatawan diharapkan tidak hanya menguntungkan pelaku usaha pariwisata, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar destinasi.
Menurut Mahyeldi, Sumbar memiliki beragam daya tarik wisata, mulai dari keindahan alam, kekayaan kuliner, adat dan budaya, hingga wisata bahari. Kepulauan Mentawai, misalnya, memiliki daya tarik bagi wisatawan mancanegara, termasuk dari Australia. Sementara itu, Malaysia menjadi salah satu pasar penting bagi kunjungan wisatawan asing ke Sumbar.
“Keberagaman budaya dan kekayaan alam yang kita miliki merupakan modal besar bagi pengembangan pariwisata. Potensi ini perlu dikemas menjadi produk wisata yang menarik, didukung promosi yang tepat, serta pelayanan yang baik agar wisatawan tertarik berkunjung dan kembali lagi ke Sumatera Barat,” katanya.
Untuk meningkatkan daya tarik pariwisata, Pemprov Sumbar juga menyiapkan sejumlah agenda pada 2027. Di antaranya menghidupkan kembali Tour de Singkarak, mempersiapkan agenda terkait Indian Ocean Rim Association (IORA), serta mendukung berbagai kegiatan pariwisata di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Mahyeldi mengatakan, kalender kegiatan pariwisata tersebut diharapkan dapat diluncurkan pada akhir 2026. Dengan begitu, pelaku industri perjalanan memiliki acuan untuk menyusun dan memasarkan paket wisata lebih awal.
Ia berharap AITTA Travel Mart 2026 menghasilkan kerja sama bisnis yang konkret antara penjual dan pembeli paket wisata, sekaligus memperluas pemasaran destinasi Sumbar di pasar nasional maupun internasional.
Mahyeldi juga mengajak pelaku usaha meningkatkan kualitas produk dan layanan, memperkuat promosi wisata berbasis masyarakat, ekowisata, dan budaya. Selain itu, pemerintah kabupaten dan kota diharapkan terus membenahi fasilitas destinasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan.
“Kami mengajak para buyer memperbanyak paket wisata ke Sumatera Barat dan para seller terus meningkatkan kualitas produk serta layanan. Dukungan pemerintah daerah dalam membenahi fasilitas dan memberikan kenyamanan bagi wisatawan juga sangat penting agar potensi pariwisata kita semakin berdaya saing,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPP AITTA Johari Somad mengatakan, pariwisata memiliki efek berganda yang manfaatnya dapat dirasakan berbagai lapisan masyarakat. Peningkatan aktivitas wisata akan menggerakkan sektor transportasi, perhotelan, kuliner, UMKM, hingga petani yang memasok kebutuhan usaha akomodasi.
Karena itu, ia berharap AITTA Travel Mart dapat memperkuat kemitraan antarpelaku industri sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumbar.
Ketua Panitia AITTA Travel Mart West Sumatra 2026 Risben Antoni mengapresiasi dukungan Pemprov Sumbar, Bank Nagari, mitra akomodasi, pelaku kuliner, komunitas wisata, serta seluruh seller dan buyer yang berpartisipasi.
Ia menegaskan, AITTA siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempromosikan paket wisata Sumbar, memperkuat konektivitas pariwisata ASEAN, serta mendorong pertumbuhan ekonomi pariwisata dari desa hingga kota. (adpsb/cen/bud)